Cerita Sex Terbaru : Cerita Lesbian Perawanku Yang Nikmat

939 views

cerita Sex, Sex Hot teranyar, cerita berumur, Ngentot Cerita Sex teranyar: Nikmatnya gender atas Cewe Lesbi – Sekarang saya ngekost di Jakarta karna saya asal Bandung serta kuliah di Jakarta, perkenalkan namaku Lia dimana ketika itu saya ngekost di kawasan Jakarta Selatan, kamarnya terdapat 10 serta segala kancap beberapa besar segalanya perempuan serta aada yang berkuliah serta beroperasi saya cukup asian karna keluargaku dari orang yang berkecukupan.

Cerita Dewasa Terbaru – Nikamatnya Sex Dengan Lesbi

 

Satu keadaan yang melainkan saya atas wanita-wanita biasa lainnya ialah dari minim saya enggak sempat terpikat pada laki-laki. sesungguhnya melimpah laki-laki yang senang denganku dari saya lagi SMU. Teman-temanku pula melimpah yang bingung kenapa saya belum memiliki kekasih pula, karna berdasarkan mereka saya cantik.

saya senantiasa bilang bila belum terdapat yang kusuka serta saya belum ingin cepat-cepat berpacaran. terdapat pula yang sempat berbual serta bilang bila boleh jadi saya seseorang lesbian. sesungguhnya temanku itu benar, tetapi saya enggak berani mengakuinya.

lalu bayan saya malu sekali apabila terdapat yang ingat bila saya seseorang lesbian. Orangtuaku pula tentu marah besar serta kecewa apabila ingat keadaanku yang sesungguhnya. lagi pula mereka pula terbilang amat religius serta aktif dalam kegiatan-kegiatan keimanan di Bandung.

anyar dari saya kuliah serta alih ke Jakarta saya bisa mengalirkan keinginanku yang telah bertahun-tahun kupendam serta terkadang amat menganiaya itu.

durasi di SMU saya sempat memiliki kawan dekat perempuan. kita kerap pergi empat mata serta saya senang sekali serupa beliau. tetapi hingga hari ini juga perasaan itu enggak sempat kuutarakan kepadanya karna saya ingat beliau enggak seseorang lesbian sepertiku serta saya enggak ingin mengganggu persahabatanku dengannya.

pengetahuan pertamaku atas perempuan dimulai sekeliling satu tahun kemudian. Di lokasi kostku terdapat seorang yang bertepatan pula kuliah di kampus yang serupa denganku meskipun beliau beda fakultas, ucap aja namanya April.

April enggak memiliki alat transportasi, jadi beliau kerap turut mobilku ke kampus. kita pula kerap pergi ke mall ataupun nonton bersama-sama, alhasil dalam durasi yang kecil ikatan kita jadi cukup dekat.

April buah hatinya amat cantik (beliau sekali-sekali melaksanakan opname selaku bentuk serta sempat jadi cover girl di salah satu majalah anak muda), kulitnya putih bagus serta badannya pula tinggi ramping.

sesungguhnya dari dari dahulu saya ingat beliau saya telah senang beliau, tetapi sekali lagi, perasaan itu kusimpan dalam-dalam karna saya enggak ingat apakah beliau pula serupa saya ataupun serupa perempuan biasa lainnya. Yang kutahu beliau belum sempat memiliki kekasih pria pula.

Di malam hari kita kerap bermain ke kamar per buat ngobrol ataupun nonton film. Kamar April pula terdapat kamar mandinya serta kebanyakan beliau cuma membelitkan tuala sehabis beres mandi serta memakai busana di depanku.

boleh jadi karna saya perempuan pula, jadi beliau enggak canggung, pikirku. Di kamar kebanyakan April cuma memakai blus baju longgar tanpa BH ataupun celana dalam lagi. saya kerap diam-diam penglihatan ke kemaluannya yang ditumbuhi oleh bulu-bulu yang rimbun. nyaris semua badannya ditumbuhi bulu-bulu lembut serta ini menambahkan keseksian beliau.

sehabis sebagian bulan kita dekat, saya lagi belum ingat bila beliau pula seseorang lesbian sepertiku. saya anyar ingat sehabis beliau seorang diri berterus terang kepadaku. Kejadiannya sekeliling 7-8 bulan yang kemudian. durasi itu saya lagi baca majalah di kamar serta April bermain ke kamarku, tuturnya ingin nonton VCD di kamarku.

dengan beliau nonton, saya pergi mandi serta durasi saya beres mandi saya berencana pergi tanpa memakai apa-apa. keadaan ini enggak sempat kulakukan sebelumnya karna sesungguhnya saya condong celingus serta enggak lazim mengekspos badan telanjangku ke orang lain. saya cuma ingin memandang akibat April aja bila memandang saya dalam kondisi bugil.

sedemikian itu saya pergi kamar mandi, beliau cukup terkejut melihatku. Matanya lalu melihat tubuhku dari berdasarkan ke bawah serta beliau berkomentar bila badanku sensual serta beliau senang buah dadaku yang menurutnya meskipun enggak sedemikian itu besar tetapi terlihat cepat.

enggak ingat mengapa, ketika itu saya enggak merasa malu meskipun April lalu memandangku, serta justru saya berencana lama menjemur rambutku dengan berkunjung ke arahnya.

sehabis itu saya memakai blus tidur putih yang bahannya cukup pipih tanpa memakai apa-apa lagi serupa yang lazim dijalani April.

saya bersandar bersila di depannya serta kita mulai rumpi serupa kebanyakan. karna posisi dudukku serta blus tidurku yang cukup pendek, April bisa memandang kemaluanku atas nyata, serta kuperhatikan beliau sebagian kali memandang ke arah danau.

dialog kita juga berbuntut serta April bertanya saya apakah saya sempat berpacaran atas perempuan, karna beliau bingung mengapa hingga ketika ini saya belum sempat memiliki kekasih pria. saya bilang belum serta saya enggak meneruskan jawabanku lagi.

keadaan yang serupa kutanyakan ke April serta tanggapannya benar di luar dugaanku. April berterus terang bila sesungguhnya beliau ialah seseorang lesbian serta beliau sempat memiliki kekasih perempuan selagi di SMU. lalu bayan, penjelasan itu membikin hatiku berhiaskan karna beliau ialah perempuan pertama yang kusuka serta bertepatan pula seseorang lesbian.

saya beranikan buat berterus bayan ke April bila saya pula serupa beliau serta kalau telah lamban saya memendam perasaan padanya.

April tersenyum dan mengatakan bahwa dia juga punya perasaan yang sama, tapi juga tidak berani mengatakan yang sebenarnya kepadaku sebelum dia yakin kalau aku juga suka sama dia. April kemudian merebahkan kepalanya di pangkuanku.

Sambil membelai rambutnya, kami terus ngobrol dan menyesalkan kenapa selama ini masing-masing selalu berpura-pura dan tidak berani berterus terang.

Aku bilang kalau aku takut dia malah menjauhiku kalau tahu aku seorang lesbian, karena sampai hari itu pun aku juga tidak tahu kalau April seperti aku juga.

Beberapa saat kemudian April mengajakku naik ke ranjang. Kami berciuman lama sekali, dan itulah pengalaman pertamaku berciuman dengan seseorang.

April kelihatan sudah cukup ahli dan tangannya mulai turun dan memegang buah dadaku. Aku sudah mulai terangsang dan aku minta dia untuk melepaskan baju tidurku.

Sambil berdiri, April melepaskan baju kaos yang dikenakannya, tetapi masih mengenakan celana dalamnya. Kemudian dia menarik baju tidurku ke atas sehingga aku tidur telentang di hadapannya tanpa mengenakan apa-apa lagi.

April kemudian mulai menciumi buah dadaku dan menjilati kedua putingku. Aku sudah sangat terangsang dan kemaluanku mulai basah.

Ciuman April mulai turun dan dia kemudian membuka kedua kakiku lebar-lebar. Rambut kemaluanku disibakkan dan April mulai menjilati klitorisku. Aku terus mengerang sambil memejamkan mata.

Hanya dalam selang waktu beberapa menit aku menikmati ciuman pertamaku, sentuhan seorang wanita dan sekarang pertama kalinya juga seseorang menjilati kemaluanku.

April terus memainkan lidahnya di kemaluanku dari atas ke bawah dan beberapa kali menghisap klitorisku seperti menghisap sedotan.

Aku orgasme beberapa kali dan sepertinya April tidak memberikan kesempatan kepadaku untuk bernapas dan terus memainkan lidahnya dan menjilatiku dengan semakin bernafsu.

Setelah puas menjilatiku, dia memintaku untuk melakukan hal yang sama kepadanya. Aku mulai dengan menjilati buah dadanya yang lumayan besar dan putingnya yang berwarna merah kecoklatan.

Putingnya juga besar dan sepertinya sensitif sekali, karena April langsung mendesah-desah dengan keras begitu aku menjilati putingnya. April memintaku untuk menjilati kemaluannya, tapi aku masih belum puas bermain-main dengan putingnya yang seksi itu.

Jilatanku terus turun sampai ke kemaluannya. Celana dalamnya belum kulepaskan, dan di sebelah kiri kanan celananya terlihat rambut kemaluannya yang lebat. Aku mulai dengan menjilati sebelah kiri dan kanan selangkangannya.

April terus mendesah dan membuka kakinya lebih lebar lagi. Dia memintaku untuk melepaskan celananya, dan sambil pantatnya diangkat sedikit, kulepaskan celana dalamnya perlahan-lahan, dan terlihatlah dengan jelas kemaluannya.

Kulanjutkan dengan menjilati kemaluannya, matanya dipejamkan dan kedua tangannya ditaruh di atas kepalaku sambil sedikit menekan-nekan dan mengarahkan jilatanku ke klitorisnya. Ternyata menjilati kemaluan wanita sangat nikmat, lebih dari yang selama ini kubayangkan.

Aku membuka bibir kemaluan April dan kujilati bagian dalamnya yang berwarna kemerahan. April sudah sangat basah dan semakin keras mengerang.

Kemudian April memintaku untuk bangun dan melakukan posisi 69 dengan tubuhku berada di atas tubuhnya.

Kami saling menjilati kemaluan satu sama lain sampai akhirnya kami beberapa kali orgasme. Setelah lelah, kami berciuman kembali dan tidur berpelukan sepanjang malam. Aku benar-benar menikmati pengalaman pertamaku ini, apalagi dengan orang secantik dan selembut April.

Setelah malam itu, kami sering bercinta. Kadang-kadang aku menginap di kamarnya atau dia di kamarku. Memang kami tidak berani untuk tidur bersama setiap malam untuk menghindari omongan teman-teman kost lainnya.

Percintaan kami berakhir dua bulan yang lalu waktu April beserta keluarganya pindah ke Australia. Aku sangat kehilangan dirinya dan tidak tahu apakah aku akan mendapatkan orang seperti dirinya lagi.

Saat ini aku sangat kesepian dan kadang-kadang timbul keinginan untuk menceritakan keadaanku yang sebenarnya ke orang lain, mungkin saja dengan begini aku akan lebih mudah mendapatkan teman wanita.

Tapi sepertinya saat ini aku belum siap dan aku terlalu takut orangtuaku akan kecewa dan marah besar kalau mereka tahu satu-satunya anak wanitanya adalah seorang lesbian.

author
Author: