Cerita Dewasa Aku Memperkosa Tante Ku Sendiri

1755 views

cerita sex dewasa & mesum Aku Memperkosa Tante Ku Sendiri

 

cerita berumur saya Memperkosa bibi Ku Sendiri-Brak.. suara cangkir remuk menghantam pintu, cukup membikin aku terkejut, serta pakcik aku atas bersungut-sungut bepergian pergi kamar. Dari dalam kamar dapat didengar bibi aku berdengking, enggak mesti berbalik sekaligus, cepet ceraikan saya. Dalam hatiku berbicara, astaga gaduh lagi. pakcik Pram langsung bepergian pergi rumah, menstarter mobil Timornya serta pergi tidak tahu ke mana.

perlahan kubuka pintu kamarnya. serta kulihat beliau meratap membungkuk di depan meja hias. saya berinisiatif masuk perlahan dengan menjauhi bagian cangkir yang mulanya luang dilemparkan oleh bibi Sis. Kuhampiri beliau serta atas ayal. sontak bibi Sis berbicara, To, pakcik anda kayaknya udah enggak cinta lagi serupa bibi. kini beliau pergi bersama-sama teman-temannya ke Stardust di Jakarta, ninggalin bibi seorang diri di rumah, apa bibi udah enggak cakep lagi.

Cerita Dewasa Aku Memperkosa Tante Ku Sendiri

kala bibi Sis berbicara begitu beliau berbelok menatapku. saya sebelah terkejut, kala mataku enggak berencana memandangi buah dadanya (kurang lebih berdimensi 34). Di danau kelihatan puting susunya yang tercetak dari daster yang dikenakannya. saya agak terkejut pula menyaksikan badan tanteku itu. saya bengong sesaat serta saya ingat mulanya bibi Sis bertanya suatu, saya langsung mendekatinya (atas impian bisa memandang payudaranya lebih dekat lagi).

bibi lagi cantik kenapa, serta pakcik kan pergi serupa temannya. Jadi enggak mesti cemas Tan!
bercakap-cakap tetapi temennya itu konyol segala, mereka tentu mabuk-mabukan lagi serta bermain wanita di situ.
saya jadi bimbang menjawabnya. dengan cara kontan kupegang tangannya serta berbicara, hening saja Tan, pakcik enggak akan macem-macem kenapa. (tetapi pikiranku telah mulai macam-macam).
tetapi bibi denger beliau memiliki kekasih di Jakarta, malahan bibi kemarin pergoki beliau telponan ama wanita, kalau enggak salah namanya Sella.
Masak pakcik sampai hati sih ninggalin bibi untuk wanita yang anyar ingat, boleh jadi itu temennya kali Tan, serta lagian bibi lagi konsisten cantik kenapa.
Tanpa bibi Sis sadari tangan kananku telah di berdasarkan pukang bibi Sis karna tangan kiriku lagi menggenggam tangannya. beroncet-roncet bersilir-silir pahanya kuusap dengan cara lembut, keadaan ini kulakukan karna saya berkesimpulan kalau tanteku telah lamban enggak disentuh dengan cara halus oleh adam.

sontak tanganku yang menggenggam pahanya disangkal oleh bibi Sis, serta berdiri dari duduknya, To, aku tantemu aku minta anda janganlah minim asuh serupa bibi, kini bibi minta anda pergi dari kamar bibi kini pula! atas aksen marah bibi Sis mengusirku.

Cukup terkejut pula saya mengikuti itu, serta atas perasaan malu saya berdiri serta memohon ampun, pada bibi Sis karna kekurangajaranku. saya bepergian ayal buat pergi dari kamar tanteku. dengan bepergian saya berasumsi, saya amat terangsang serta enggak mau berhabis kans ini. dari saya putus atas pacarku, lalu bayan keinginan biologisku kusalurkan melalui tanganku.

sehabis hingga di depan pintu saya berpaling pada bibi Sis lagi. beliau cuma berdiri menatapku, atas nafas tersenggal-senggal (boleh jadi marah berbaur sedih jadi satu). saya membalikkan tubuh lagi serta di pikiranku saya mesti memperolehnya malam ini pula. atas era bebal saya mengisolasi pintu kamar dari dalam serta menguncinya, kemudian langsung berbelok memandangi tanteku. bibi Sis cukup terkejut memandang apa yang saya perbuat. Otakku telah dicukupi oleh keinginan dabat.

�Mau apa anda To? � tanyanya atas gugup berbaur terkejut.
�Tante boleh jadi kini pakcik lagi bersenang-senang bersama-sama kekasih barunya, lebih bagus anda pula bersenang-senang di sini, aku bakal melegakan Tante�. atas keinginan kutarik badan tanteku ke ranjang, beliau meronta-ronta, tapi karna bentuk tubuh tubuhku lebih besar (tinggiku 182 centimeter serta beratku 75 kilogram, sebaliknya bibi Sis ada tinggi badan sekeliling 165 centimeter serta berat minim lebih 50 kilogram) saya bisa mendorongnya ke ranjang, kemudian menindihnya.

�Lepasin bibi, Gito, � suara pergi dari mulutnya tetapi saya telah enggak acuh atas rontaannya. Dasternya kusingkap ke berdasarkan. nyatanya bibi Sis enggak memakai celana dalam alhasil terbambang buncak busut kemaluannya yang menggoda, serta atas kasar kutarik dasternya bagian berdasarkan sampai payudaranya terbambang di depanku. atas bersemangat saya langsung menghisap putingnya, badan tanteku lagi meronta-ronta, atas enggak adem saya langsung mencabik dasternya serta atas keinginan kujilati semua badannya terpenting payudaranya, cukup enak badan tanteku.

dampak rontaannya saya mendapati kesukaran buat membuka pakaianku, tetapi perlahan saya bisa membuka blus serta celanaku. dengan membuka blus serta celanaku itu, atas bergantian tanganku menghapus busut kemaluannya yang menurutku mulai berair (boleh jadi bibi Sis telah mulai terangsang meskipun lagi menurun tapi frekuensinya kira-kira berkurang sedikit).

atas enggak adem saya langsung mencoba membenamkan kejantananku ke gohong kewanitaannya. �To, janganlah To, saya Tantemu bantu lepasin To, maaf, bibi meminta ampun�. saya telah enggak acuh lagi rengekannya. kala bolongan senggamanya kurasa telah tepat atas dibantu larutan yang pergi dari gohong kewanitaannya saya langsung menghujamkan senjataku.

�Auuhhh, sakit To, aduh.. bibi meminta ampun� bantu To janganlah.. lepasin bibi To.. � kala mengikuti rintihannya, saya jadi belas, tapi senjataku telah di dalam, �Maaf bibi, aku telah enggak kuat serta punyaku telah masuk ke dalam, aku bakal mencoba membikin bibi menikmatinya, bantu bibi sekali ini aja, abaikan aku menyelesaikannya, � bisikku ke telinganya. bibi Sis cuma bungkam aja. serta enggak berbicara apa-apa.

atas ayal serta tentu saya mulai memompa kemaluanku naik turun, serta bibi Sis telah enggak meronta lagi. beliau cuma bungkam berserah serta kulihat air matanya berlinang pergi. Kucium keningnya serta bibirnya, dengan mengisikkan, �Tante, bibi lagi cantik serta konsisten mengairahkan kenapa, aku cinta bibi, apabila pakcik telah enggak cinta lagi, kendati Gito yang mencintai bibi. � bibi Sis cuma bungkam aja, serta kurasakan pinggulnya juga turut berayun seiringan atas goyanganku.

kurang lebih 10 menit saya merasakan gohong feminin tanteku kian berair serta kakinya memalang di berdasarkan pinggulku serta menekan kuat-kuat (boleh jadi beliau telah orgasme), serta enggak lamban setelah itu akupun melontarkan spermaku di dalam gohong senggamanya. sehabis pemerkosaan itu kita cuma bungkam aja. enggak berbicara apa, cuma bungkam. saya seorang diri mesti ngapain. Tanteku balik melimpahkan air matanya. serta saya berpamitan minta diri kepadanya, buat pergi kamarnya, saya lalu merenung, kenapa dapat demikian ini.
beres.

author
Author: